Kisah Pilu Sera Perempuan Yatim Terpaksa Putus Sekolah Demi Rawat Ibu yang Derita Kanker

Sungguh menyedihkan keadaan Elmi (55), warga Desa Umo Jati, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang.

Sudah 6 bulan ini, Elmi terbaring di rumahnya lantaran menahan sakit akibat ganasnya kanker yang menyerang payudaranya.

Berdasarkan penuturan Elmi pada saat diwawancara Sabtu (24/4), sudah 3 tahunan ini kanker mulai menggerogoti payudaranya.

Akan tetapi dalam kurun waktu 6 bulan ini dirinya sudah mulai tidak bisa beraktivitas lantaran merasakan sakit yang tak tertahankan.

"Sebenarnya saya sudah menyadari penyakit ini sejak 3 tahun lalu, akan tetapi sudah 6 bulan ini mulai membengkak, rasanya sakitnya tidak tertahankan lagi, makan dan minum sudah tidak nafsu lagi," kata Elmi Sembari menitikkan air matanya.

Elmi menuturkan pernah berobat ke RSUD Pagaralam dengan menggunakan hasil penjualan satu-satunnya tanah kebun kopi miliknya.

Akan tetapi sayang usahanya belum berhasil karena biaya pengobatan kanker terlalu mahal untuknya.

"Sekitar 2 minggu sebelum memasuki bulan puasa saya sempat berobat ke Pagaralam, waktu itu saya jual kebun kopi milik saya buat biaya berobat ke sana.

Akan tetapi sayang belum sembuh dan dirujuk ke Palembang, akan tetapi biayanya kurang," kata Elmi.

Saat ini Elmi hidup bersama Sera (18), anak perempuan semata wayangnya, dimana Sera juga mengalami putus sekolah karena harus merawat ibunya.

Tidak hanya itu Elma dan Sera juga sudah 17 tahun hidup berdua lantaran suami Elmi atau Ayah Sera telah tiada sejak Sera masih berumur satu setangah tahun.

"Setelah selesai SMP saya memilih tidak melanjutkan sekolah karena harus urus Umak (ibu), selain itu terkendala biaya karena Umak tidak bisa bekerja lagi," kata Sera.

Elmi berharap bisa segera sembuh dan bisa beraktivitas seperti sediakala supaya anaknya, Sera bisa bersekolah kembali karena tidak harus mengurusnya lagi.

Mori, tetangga Elmi, menuturkan sebelum terbaring di rumah karena menahan sakit, Elmi masih sering bekerja sebagai buruh tani, dimana Elmi dibayar setelah bekerja di ladang atau kebun milik orang lain.

"Sebelum sakit seperti saat ini beliau masih sering arian (pekerja penerima upah pertanian), dimana dari hasilnya beliau dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Mori.

Adapun mengenai pembiayaan pengobatan Elmi sebelumnya yang belum menggunakan fasilitas kesehatan seperti KIS ataupun BPJS.

Dinas Sosial Empat Lawang menyampaikan saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Empat Lawang, dimana akan segera mengajukan layanan fasilitas kesehatan untuk Elmi.

"Ya kemarin staf kami sudah ada yang mendata insyaallah senin layanan kesehatan untuk bu Elmi akan segera kami ajukan ke Dinas Kesehatan Empat Lawang," kata Eka Agustina, Kadinsos Empat Lawang.


Sumber: tribunnews.com

Belum ada Komentar untuk "Kisah Pilu Sera Perempuan Yatim Terpaksa Putus Sekolah Demi Rawat Ibu yang Derita Kanker "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel